YodiLabs : Create and Fix your system


YodiLabs adalah sebuah tim profesional teknologi informasi yang berpengalaman di bidangnya masing – masing. YodiLabs menawarkan solusi teknologi informasi terhadap kebutuhan bisnis anda dalam menjawab tantangan zaman dan untuk meningkatkan keuntungan bagi perusahaan anda.

YodiLabs menfokuskan pada pengembangan perangkat lunak aplikasi , desain web/grafis dan multimedia, layanan perbaikan dan pemeliharaan komputer serta kursus dan training.

Kami sangat ingin membantu dan mengembangkan potensi bisnis anda untuk menjadi lebih baik dimasa yang akan datang dan memberikan keuntungan yang sebesar – besarnya.

Hubungi Kami:

yodilabs@yahoo.com

Lirik Lagu Udin Sedunia


Lagu fenomenal Udin sedunia telah menghebohkan masyarakat belakangan ini setelah sebelumnya video lipsing shinta dan jojo dengan lagunya keong racun. Lagu udin sedunia ini juga dinyanyikan oleh si udin yang menurut saya sangat memamerkan hidungnya. heheheheh…

Berikut lirik lagu udin sedunia  yang fenomenal tersebut

“ini lagu tentang sebuah nama..”
“kata orang udin nama kampungan”
“jadi lagu enak juga didengar”
“kalau gak percaya, simak dengan seksama”

“udin yang pertama, namanya Awaludin”
“udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin”
“udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin”
“udin penggembala, namanya Sapiudin”

“moooooo…”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang sering ke masjid, namanya Alimudin”
“Udin yang rajin berdoa, namanya Aminudin”
“Udin yang agak stress, namanya Sarapudin”
“Udin yang tidak stress, namanya Sadarudin”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang penjual nasi, namanya Nashirudin”
“Udin yang suka ke WC, namanya Tahirudin”
“Udin yang suka telepon, namanya Hapipudin”
“Udin yang jadi teroris, namanya!!!”
“Noordin M Top!”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang terakhir… namanya Akhirudin…”

Wapada Terkena Insomnia Akibat Dampak Teknologi


Manusia terus menerus berupaya menciptakan beragam alat canggih dengan tujuan membuat hidup menjadi lebih mudah, nyaman dan menyenangkan. Tetapi pada kenyataannya, teknologi juga telah membuat manusia menjadi ‘tersiksa’. Waktu beristirahat bisa kacau balau, sehingga banyak orang di jaman modern menjadi lebih sering mengantuk.

Itulah setidaknya yang tergambar dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan National Sleep Foundation di Amerika Serikat belum lama ini.

“Tidur dan teknologi tidak berbaur,” ungkap jajak pendapat bertajuk 2011 Sleep in America tersebut.

Russell Rosenberg PhD, kepala pelaksana jajak pendapat dan direktur The Atlanta School of Sleep Medicine and Technology, menyatakan penggunaan ponsel, komputer dan video game sebelum waktu tidur dan tengah malam – seperti yang sering dilakukan para remaja dan anak-anak masa kini -  telah menyita banyak sekali jatah waktu beristirahat.

“Jajak pendapat tahun ini memusatkan perhatian pada teknologi dan alat elektronik yang digunakan masyarakat, alat-alat yang sangat mudah ditemukan di mana-mana,” ujarnya.

Selain mengungkap pengaruh teknologi terhadap durasi tidur, jajak pendapat juga menemukan begitu banyak orang Amerika yang tidak senang dengan kualitas tidur mereka.  Tercatat sepertiga orang dewasa di AS tidur kurang dari tujuh jam dalam sehari, dan fakta itu menempatkan mereka pada risiko gangguan kesehatan yang serius.

Pada  tahun ini, survei rutin dilakukan sejak 1991 oleh National Sleep Foundation itu melibatkan 1.508 responden. Responden dibagi dalam dalam 4 kelompok yakni usia 13-18, 19-29, 30-45 dan 46-64.

Remaja mengantuk

Beberapa temuan penting dalam riset itu di antaranya adalah  para remaja dilaporkan paling sering mengantuk. Kasusnya tercatat sekitar 22% pada remaja usia 13-18, disusul 16% pada usia 19-2 tahun,  sebanyak 11% pada usia 30 hingga 45, dan 9% pada usia 46-64.

Banyak responden mengaku tidak pernak atau jarang tidur pulas pada hari bekerja atau sekolah, dengan prosentase tertinggi yakni sekitar 51% pada remaja usia 19- 29.

Rata-rata durasi tidur tercatat sekitar 7 jam untuk responden usia dewasa,  sedangkan para remaja dilaporkan sedikit lebih lama. Mereka yang berusia  13-19  rata-rata tidur selama 7 jam 26 menit pada hari sekolah; usia 19-29 sekitar 7 jam; sedangkan usia 30-45 dan 46-64 sedikit di bawah 7 jam.

Teknologi menguras waktu tidur

Penggunaan alat elektronik sebelum waktu tidur menjadi hal yang sangat lumrah.  Sebanyak 60 persen responden rata-rata selalu menonton TV, 39% memakai ponsel, 36% menggunakan laptop atau komputer, 21% telepon, 8% video games, dan 29% perangkat pemutar musik.

Para ahli telah mengimbau agar penggunaan alat-alat tersebut sebelum waktu tidur dikurangi. ‘Ada dua alasan untuk hal itu.  Pertama adalah paparan cahaya yang didapatkan orang dari layar komputer atau alat lain. Cahaya dapat mengambat hormon pengirim sinyal ke otak yang memerintahkan tubuh beristirahat. Hormon itu disebut melatonin.” kata Rosenberg.

Alasan lain, kata Rosenberg, waktu tidur menjadi tertunda karena Anda terjebak dalam kesenangan menggunakan komputer dan alat lainnya.

Sekitar seperempat responden dalam  jajak pendapat mengatakan mereka tidur dengan menyimpan ponsel di ranjang dan sekitar 10% mengatakan mereka seringkali terbangun setidaknya beberapa menit  di tengah malam karena harus menjawab telpon, sms atau email.  Hal itu lebih sering dilaporkan oleh  responden berusia muda, yakni  18% responden 13-19 dan 20% responden usia 19-29.

Keluhan mengantuk

Akibat kurang tidur, para responden juga melaporkan keluhan mengantuk saat berkendara. Setengah dari responden usia 19 -29 mengaku setidaknya pernah mengantuk satu kali dalam sebulan. Sekitar 10 persen dari responden remaja dan dewasa mengaku mengantuk satu atau dua kali  dalam sepekan.

Fakta ini sepertinya sejalan dengan data dari National Highway Traffic Safety Administration. Mengantuk saat berkendara dilaporkan menjadi penyebab lebih dari 100.000 kasus kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya dan merenggut 1.550 korban jiwa.

Tenggak kafein

Sementara itu mengenai cara mengatasi kantuk akibat kurang tidur, penggunaan kafein secara berlebihan dan tidur siang seringkali dilaporkan oleh responden.  Rata-rata responden bisa meminum sekitar tiga cangkir minuman berkafein setiap hari.

Tidur siang adalah cara lain yang dilakukan para responden untuk mengatasi kurang tidur. Hampir setengah dari respoden usia 13-19 dan 19-29 mengaku satu kali tidur siang pada hari kerja atau sekolah.

My eBay


eBay

Mau mencoba peruntungan lewat penjualan online. Akhirnya saya memilih menggunakan eBay karena nama besar yang dimilikinya dan juga karena saya telah memiliki akun paypal yang telah terverifikasi hehehe… :D.

Berjualan di eBay bisa berbentuk barang apa saja baik baru maupun bekas. Yang perlu dilakukan hanyalah memberikan deskripsi atas barang yang ingin di jual, memberikan harga barang tersebut, ongkos kirim dan jika ada gambar dari produk yang ingin di jual.

Menjual pada eBay sama seperti anda membuka sebuah lapak atau gerai pada sebuah pasar atau mall. Anda akan dikenakan biaya atas setiap produk yang dijual. Ada berbagai macam jenis pembayaran yang diterima mulai dari cek, kartu kredit hingga menggunakan paypal. Jika anda menggunakan paypal maka saat pembayaran produk anda yang terjual oleh konsumen maka paypal akan melakukan pemotongan juga.

Walaupun saya telah memiliki akun di eBay namun saat ini saya masih bingung mau berjualan produk apa disana. Apakah anda ada ide dan ingin membantu saya???

Silahkan tuliskan komentar anda dibawah… :D

Cara Meningkatkan Page Rank


Saya sedang mencoba menaikkan page rank dari blog ini. Saya sudah buktikan. Dan hasilnya luar biasa. Bagaiman caranya?

1. Perbandingan inbound link dan outbound link.
Intinya: bahwa kalau anda ingin agar PR blog anda naik, maka jumlah inbound link anda harus lebih banyak dari outbound link. Karena apabila inbound link anda lebih besar maka google menganggap bahwa blog anda adalah blog yang penting. Begitu sebaliknya, teruskan sendiri ya….
Untuk itu silahkan di cek di http://www.backlinkwatch.com/ untuk mengetahui berapa banyak inbound link blog anda, anchor text yang digunakan dll.

2. Usahakan anda mendapatkan backlink dari situs yang ber PR lebih tinggi. Nah itu dia yang akan mengatrol PR blog anda

Ditambah lagi backlink juga dari blog yang ber PR sama atau lebih rendah, tapi yang banyak ya….

3. Inbound link dari web yang setema

4. Update artikel secara kontinyu??? Pengaruh gak ya? Ya dong, di samping itu apabila anda sering update apalagi artikel anda bermutu, otomatis anda akan menambah jumlah inbound link dari rekan2 lain yang memberi backlink gratis kepada blog anda.

5. Umur blog?? Gak juga sih tapi Google sangat suka dengan situs yang umurnya udah lama karena menunjukkan stabilitas. Tapi banyak blog yang baru bisa langsung naik ke PR 3 lho, jadi walaupun blog baru tetap optimis.

6. Jangan ada broken link ya…

7. Banyak terdaftar di situs direktori dan social bookmarking.

Faktor penyebab Page Rank turun:

1. Inbound link dari situs yang gak disukai google misal dari situs porno, berbau sex, narkoba, judi dll. Makanya kalau anda main PTR, hindari job yang berbau gambling, bisa diband adsense anda.

2. Penyebaran link yang gak wajar atau spam.

3. Berisi artikel yang dibenci oleh google, seperti: porno, sex, gambling sama dengan poin 1.

4. Banyak broken link.

5. Outbound link lebih banyak jika dibandingkan dengan inbound-nya

semoga trik ini bermanfaat… silahkan mencoba… :D

Hollywood tarik semua filmnya di Indonesia = Gak bisa nonton film bermutu lg


Film Hollywood Ditarik Dari Indonesia

Pagi – Pagi dah dapat info fari seorang teman yang pecinta fillm. Katanya sekarang film import dari hollywood dah gak bisa masuk dan tayang di indonesia. Hal ini dikarenakan beacukai yang menaikkan tarrif masuk film2 import tersebut.

Langsung googling dan menemukan info ini dibawah ini

JAKARTA – Mulai hari ini seluruh film asing asal Amerika ditarik dari seluruh bioskop-bioskop di Indonesia. Noorca Masardi selaku juru bicara pihak 21 Cineplex mengatakan seluruh film-film asing yang berada di tanah air, telah diturunkan dari penayangannya di setiap bioskop yang ada (21/XXI/Blitz Megaplex).

Motion Picture Associated (MPA) mewakili sejumlah perusahan film asing Amerika sudah resmi menarik semua film asing yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Film asing yang ditarik dari penayangannya bukan hanya film lama saja, tapi film yang baru beredar pun sudah ditarik.

Lalu apa sebabnya? Dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Noorca Masardi menjelaskan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pihak MPA ini karena ada perbedaan cara pandang dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Ditjen Bea Cukai. MPA tidak setuju dengan kebijakan baru dari Ditjen Bea Cukai.

“Ini bukan tentang kenaikan pajak film impor, tapi yang dipermasalahkan adalah, sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas Peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yakni, bea masuk atas hak distribusi,” katanya. Menurut Noorca kebijakan ini tidak lazim dan tidak pernah ada dalam praktik film di seluruh Indonesia.

Noorca menuruturkan, yang disebut bea masuk itu hanya berlaku untuk barang masuk, dan film tidak bisa dikategorikan sebagai barang masuk. Apalagi menurutnya, sebeneranya sebagai “barang”, setiap kopi film impor yang masuk ke Indonesia, selama ini sudah dikenakan dan dibayarkan bea masuk+pph+ppn, 23,75% dari nilai barang.

“Selain itu, selama ini, Negara/Ditjen Pajak/Kemenkeu juga selalu menerima pembayaran pajak penghasilan 15% (Limabelas persen) dari hasil eksploitasi setiap film impor yang diedarkan di indonesia. Pemda, Pemkot, Pemkab juga selalu menerima pajak tontonan dalam kisaran 10-15% untuk setiap judul film impor atau nasional sebagai Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Karena Ditjen Bea Cukai tidak mau memahami dan menanggapi seluruh argumen penolakan dan keberatan terhadap “Bea masuk hak distribusi” yang diajukan oleh pihak MPA, Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi), Bioskop 21, maka MPA sebagai asosiasi produser film Amerika memutuskan hal ini.

“Selama ketentuan bea masuk atas hak distribusi film impor diberlakukan maka seluruh film Amerika Serikat tidak akan didistribusikan di seluruh wilayah Indoensia sejak kamis 17 Februari,” katanya.

Film-film impor yang baru dan yang sudah masuk dan sudah membayar bea masuk sesuai ketentuan yang berlaku selama ini, juga tidak akan ditayangkan.

Akibat langsung dari dicabutnya HAK DISTRIBUSI FILM IMPOR untuk Indonesia itu adalah:

1. Ditjen Bea Cukai/Ditjen Pajak/Pemda/Pemkot/Pemkab AKAN KEHILANGAN RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN dari film impor sebesar 23,75% atas bea masuk barang, 15% Pph hasil ekploitasi film impor, dan Pemda/Pemkot/Pemkab akan kehilangan 10-15% pajak tontonan sebagai pendapatan asli daerah!

2. Bioskop 21 Cinepleks dengan sekitar 500 layarnya, sebagai pihak yang diberi hak untuk menayangkan film impor akan kehilangan pasokan ratusan judul film setiap tahun, sementara film nasional selama baru mampu berproduksi 50-60 judul/tahun.

3. Dengan akan merosotnya jumlah penonton film (impor) ke bioskop, maka eksistensi industri bioskop di indonesia akan terancam.

3. Nasib 10 ribu karyawan 21 Cinepleks dan keluarganya, akan terancam

4. Penonton film impor di indonesia akan kehilangan hak akan informasi yang dilindungi UUD.

5. Industri food & beverage (cafe-resto) akan terkena dampak ikutannya, juga pengunjung ke mall/pusat perbelanjaan, parkir, dll.

6. Industri perfilman nasional harus meningkatkan jumlah produksi dan jumlah kopi filmnya bila ingin “memanfaatkan” peluang itu, yang berarti harus meningkatkan permodalannya sementara kecenderungan penonton film indonesia terus merosot.

Solusi:

1. Bila Negara/Pemerintahan/Kemenkeu/Ditjen Pajak/Ditjen Bea Cukai/Pemda/Pemkot/Pemkab tidak ingin kehilangan Rencana Anggaran Pendapatan dari bea masuk/Pph film impor, maka ketentuan yang TIDAK LAZIM yang merupakan TAFSIR BARU ATAS UU/PERATURAN TENTANG PERPAJAKAN YANG LAMA itu HARUS DIBATALKAN/DICABUT

2. Bila Negara/Pemerintah peduli pada nasib dan masa depan industri perbioskopan Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari nasib dan masadepan industri film nasional, maka Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata/Direktorat Film, wajib melakukan intervensi atas ketentuan yang TIDAK LAZIM tersebut dan melaporkan kepada Presiden untuk membatalkan ketentuan itu.

3. Bila Kementerian Tenaga Kerja peduli terhadap kemungkinan terciptanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri perbioskopan dan dampak ikutannya, akibat ketentuan yang TIDAK LAZIM itu, juga harus melaporkan kepada Presiden mengenai hal itu.

4. Bila para penonton/penggemar film-film impor Indonesia tidak ingin negeri ini kembali ke tahun 1960-an saat film-film Amerika diboikot di Indonesia, dan akan kehilangan HAK ATAS INFORMASI dan HAK UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN/PENGAJARAN/LAPANGAN PEKERJAAN di bidang perfilman, sebagaimana dilindungi UUD 1945, atas nama masyarakat, harus mengekspresikan keberatannya melalui pelbagai saluran/media/jejaring sosial yang ada agar Ditjen Bea Cukai membatalkan ketentuan yang TIDAK LAZIM dalam industri perfilman dunia itu.

5. Bila Negeri ini/Pemerintahan Republik Indonesia ini/Presiden SBY ini, tidak ingin dinyatakan sebagai NEGARA YANG GAGAL MELINDUNGI HAK SETIAP WARGA NEGARANYA (cq HAK ATAS INFORMASI/HAK ATAS PENDIDIKAN/PENGAJARAN), dan DIKUCILKAN DALAM PERGAULAN PERFILMAN INTERNASIONAL, maka Presiden harus memerintahkan kepada Menko Ekuin/Menkeu/Ditjen Pajak/Ditjen Bea Cukai untuk segera MEMBATALKAN/MENCABUT KETENTUAN YANG TIDAK LAZIM DALAM INDUSTRI PERFILMAN DUNIA ITU.

6. Bila anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semua komisi yang membidangi Industri/Perdagangan/Perpajakan/Kebudayaan dan Pariwisata/Politik/Tenaga Kerja/Pendidikan peduli akan masalah ini, harus segera memanggil para pejabat terkait untuk mencabut ketentuan yang TIDAK LAZIM yang berdampak panjang tersebut.

Salam dan prihatin,

Noorca M. Massardi

(Budayawan, Pengamat Film, Ketua GPBSI, Juru Bicara 21 Cineplex, Pemimpin Redaksi Majalah AND (Amazing Nasional Demokrat), Pecinta Film Impor/Film Nasional, Penulis Novel, Penyair, Pewarta, Host: Live Talkshow Jaktv: Komidi Putar Indonesia setiap Jumat pkl 19.30-20.30 wib, Warga Negara Republik Indonesia, twitter: @noorca, email: noorca@yahoo.com)