Uji Validitas dan Reliabilitas


Belakangan ini saya sedang sibuk mengerjakan tesis sehingga sudah cukup lama blog yodi keren ini terbengkalai dan tak teruurus. Saat ini tesis saya telah melewati bab 4 dan sedang mengerjakan bab 5. Pada postingan ini saya ingin berbagi teori dan rumus untuk melakukan uji validitas dan relaibilitas pada pertanyaan yang dibuat.

Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana skor/ nilai/ ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/ pengamatan yang ingin diukur (Agung, 1990). Validitas pada umumnya dipermasalahkan berkaitan dengan hasil pengukuran psikologis atau non fisik. Berkaitan dengan karakteristik psikologis, hasil pengukuran yang diperoleh sebenarnya diharapkan dapat menggambarkan atau memberikan skor/ nilai suatu karakteristik lain yang menjadi perhatian utama. Macam validitas umumnya digolongkan dalam tiga kategori besar, yaitu validitas isi (content validity), validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity) dan validitas konstruk. Pada penelitian ini akan dibahas hal menyangkut validitas untuk menguji apakah pertanyaan- pertanyaan itu telah mengukur aspek yang sama. Untuk itu dipergunakanlah validitas konstruk.  Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment, sebagai berikut :

dimana  r : koefisien korelasi product moment

X : skor tiap pertanyaan/ item

Y : skor total

N : jumlah responden

Setelah semua korelasi untuk setiap pertanyaan dengan skor total diperoleh, nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan nilai kritik. Selanjutnya, jika nilai koefisien korelasi product moment dari suatu pertanyaan tersebut berada diatas nilai tabel kritik, maka pertanyaan tersebut signifikan.

Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Singarimbun, 1989). Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu.  Dalam penelitian ini teknik untuk menghitung indeks reliabilitas yaitu dengan teknik belah dua. Teknik ini diperoleh dengan membagi item-item yang sudah valid secara acak menjadi dua bagian. Skor untuk masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan, sehingga diperoleh skor total untuk masing- masing item belahan. Selanjutnya skor total belahan pertama dan belahan kedua dicari korelasinya dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Angka korelasi yang dihasilkan lebih rendah daripada angka korelasi yang diperoleh jika alat ukur tersebut tidak dibelah.  Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan item adalah dengan mengkoreksi angka korelasi yang diperoleh menggunakan rumus :

dimana ,

rtot: angka reliabilitas keseluruhan item

rtt : angka reliabilitas belahan pertama dan kedua

Analytic Hierarchy Process [AHP]


Beberapa hari yang lalu saya dapat tugas mata kuliah sistem pendukung keputusan dan membuat aplikasi pendukungnya. Tugas yang saya buat adalah menentukan prioritas dosen dalam mengampu suatu mata kuliah menggunakan metode Analytic Hierarchy Process [AHP].
Apa itu AHP ?
AHP merupakan teknik terstruktur untuk mengambil dari permasalahan yang kompleks dengan menggunakan pendekatan model matematis dan psikologis. Artinya setiap keputusan yang diambil didasarkan pada suatu nilai yang dapat di perhitungkan. Metode ini ditemukan oleh Thomas L. Saaty di tahun 1970 dan telah banyak dipelajari dan diperbaiki sejak saat itu.

AHP memberikan suatu kerangka komprehensif dan rasional untuk penataan masalah keputusan, untuk mewakili dan mengukur unsur-unsurnya, untuk menghubungkan elemen-elemen dengan tujuan secara keseluruhan, dan untuk mengevaluasi solusi alternatif. Hal ini digunakan di seluruh dunia dalam berbagai situasi keputusan , dalam bidang-bidang seperti pemerintah, bisnis, industri, kesehatan, dan pendidikan .

Menggunakan Analytic Hierarchy Process [AHP]

Seperti dapat dilihat dalam material yang berikut, dengan menggunakan AHP melibatkan sintesis matematika dari penilaian banyak tentang masalah keputusan di tangan.Hal ini tidak biasa bagi penilaian ini ke nomor dalam puluhan atau bahkan ratusan. Sementara matematika dapat dilakukan dengan tangan atau dengan kalkulator, jauh lebih umum untuk menggunakan salah satu metode untuk memasukkan beberapa komputer dan sintesis penilaian. Paling sederhana dari perangkat lunak spreadsheet melibatkan standar, sedangkan yang paling kompleks menggunakan perangkat lunak kustom, sering ditambah dengan perangkat khusus untuk memperoleh penilaian dari pengambil keputusan berkumpul di ruang pertemuan.

Prosedur untuk menggunakan AHP dapat diringkas sebagai:

  1. Model masalah sebagai hirarki keputusan yang berisi tujuan, alternatif untuk mencapai itu, dan kriteria untuk mengevaluasi alternatif.
  2. Menetapkan prioritas antara unsur-unsur hierarki dengan membuat serangkaian keputusan berdasarkan perbandingan berpasangan elemen. Sebagai contoh, ketika membandingkan potensi pembelian real-estate, para investor mungkin akan mengatakan mereka lebih memilih lokasi atas harga dan harga atas waktu.
  3. Simpulkan penilaian ini untuk menghasilkan satu set prioritas keseluruhan hirarki. Hal ini akan menggabungkan penilaian para investor tentang lokasi, harga dan waktu untuk properti A, B, C, dan D menjadi prioritas secara keseluruhan untuk masing-masing properti.
  4. Periksa konsistensi penilaian.
  5. Ambil keputusan akhir berdasarkan hasil dari proses ini

Dengan penjelasan diatas maka saya membuat prioritas untuk dosen yang mengapu mata kuliah tertentu ditentukan oleh Lama mengajar, Status Dosen, Minat, Hasil Quisioner mahasiswa, dan usia. Dari masing – masing kriteria tersebut diberikan skor nilai dan perbandingan persentasenya. Setelah itu kemudian akan didapat hasil akhir dengan nilai tertentu. Nilai yang paling tinggi adalah yang paling sesuai untuk mengampu matakuliah  tersebut

Saya mengambil judul ini karena pada suatu kampus tertentu terdapat perbedaan bobot dan kriteria dari suatu mata kuliah yang pada akhirnya akan berpengaruh pada income. Untuk artikel penuhnya akan saya berikan setelah nilainya keluar y…

NB : Sejarah dan penggunaan AHP disadur dari Wikipedia

Menggunakan Analytic Hierarchy Process

A typical device for entering judgments in an AHP group decision making session Perangkat khas untuk memasuki penilaian dalam pengambilan keputusan kelompok AHP sesi

As can be seen in the material that follows, using the AHP involves the mathematical synthesis of numerous judgments about the decision problem at hand. Seperti dapat dilihat dalam material yang berikut, dengan menggunakan AHP melibatkan sintesis matematika dari penilaian banyak tentang masalah keputusan di tangan. It is not uncommon for these judgments to number in the dozens or even the hundreds. Hal ini tidak biasa bagi penilaian ini ke nomor dalam puluhan atau bahkan ratusan. While the math can be done by hand or with a calculator, it is far more common to use one of several computerized methods for entering and synthesizing the judgments. Sementara matematika dapat dilakukan dengan tangan atau dengan kalkulator, jauh lebih umum untuk menggunakan salah satu metode untuk memasukkan beberapa komputer dan sintesis penilaian. The simplest of these involve standard spreadsheet software, while the most complex use custom software, often augmented by special devices for acquiring the judgments of decision makers gathered in a meeting room. Paling sederhana dari perangkat lunak spreadsheet melibatkan standar, sedangkan yang paling kompleks menggunakan perangkat lunak kustom, sering ditambah dengan perangkat khusus untuk memperoleh penilaian dari pengambil keputusan berkumpul di ruang pertemuan.

The procedure for using the AHP can be summarized as: Prosedur untuk menggunakan AHP dapat diringkas sebagai:

  1. Model the problem as a hierarchy containing the decision goal, the alternatives for reaching it, and the criteria for evaluating the alternatives. Model masalah sebagai hirarki keputusan yang berisi tujuan, alternatif untuk mencapai itu, dan kriteria untuk mengevaluasi alternatif.
  2. Establish priorities among the elements of the hierarchy by making a series of judgments based on pairwise comparisons of the elements. Menetapkan prioritas antara unsur-unsur hierarki dengan membuat serangkaian keputusan berdasarkan perbandingan berpasangan elemen. For example, when comparing potential real-estate purchases, the investors might say they prefer location over price and price over timing. Sebagai contoh, ketika membandingkan potensi pembelian real-estate, para investor mungkin akan mengatakan mereka lebih memilih lokasi atas harga dan harga atas waktu.
  3. Synthesize these judgments to yield a set of overall priorities for the hierarchy. Simpulkan penilaian ini untuk menghasilkan satu set prioritas keseluruhan hirarki. This would combine the investors’ judgments about location, price and timing for properties A, B, C, and D into overall priorities for each property. Hal ini akan menggabungkan penilaian para investor tentang lokasi, harga dan waktu untuk properti A, B, C, dan D menjadi prioritas secara keseluruhan untuk masing-masing properti.
  4. Check the consistency of the judgments. Periksa konsistensi penilaian.
  5. Come to a final decision based on the results of this process. [ 19 ] Datanglah ke keputusan akhir berdasarkan hasil dari proses ini

ADSL “Asymmetric Digital Subscriber Line”


Asymmetric Digital Subscriber Line disingkat ADSL adalah salah satu bentuk Digital Subscriber Line, suatu teknologi komunikasi data yang memungkinkan transmisi data yang lebih cepat melalui kabel tembaga telepon biasa dibandingkan dengan modem konvensional yang ada.
Apa itu modem ADSL
Modem ADSL atau modem DSL adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan komputer atau router ke saluran telepon, untuk menggunakan layanan ADSL. Seperti jenis modem lainnya, modem ADSL merupakan transceiver. Disebut juga dengan DSL Transceiver atau ATU-R. Singkata NTBBA (Network Termination Broad Band Adapter, Network Termination Broad Band Acces) juga sering ditemui di beberapa negara.
Beberapa modem ADSL juga mengelola dan membagi sambungan dari layanan ADSL dengan beberapa komputer. Dalam hal ini, modem ADSL berfungsi sebagai DSL router atau residential gateway. Blok di dalam DSL router ada yang bertugas dalam proses framing, sementara blok lainnya melakukan Asynchronous Transfer Mode Segmentation and Reassembly, IEEE 802.1D bridging dan atau IP routing. Antarmuka yang umum ditemui pada ADSL modem adalah Ethernet dan USB. Meskipun modem ADSL bekerja dalam modus bridge dan tidak membutuhkan IP address publik, modem ADSL tetap disertai IP address untuk fungsi managemen seperti alamat IP 192.168.1.1.
Beberapa Keuntungan ADSL:
  1. Anda dapat tersambung ke Internet, dan tetap dapat menggunakan telepon untuk menerima / menelepon.
  2. Kecepatan jauh lebih tinggi dari modem biasa.
  3. Tidak perlu kabel telepon baru, ADSL memungkinkan mengggunakan kabel telepon yang ada.
  4. Beberapa ISP ADSL akan memberikan modem ADSL sebagai bagian dari instalasi.
Beberapa Kerugian ADSL:
   
  1. Sambungan ADSL akan bekerja dengan sempurna jika lokasi kita cukup dekat dengan sentral telepon. Paling tidak dalam jarak 2-3 km bentangan kabel biasanya cukup aman untuk digunakan ADSL sampai kecepatan sekitar 8Mbps. Teknologi DSL yang baru dapat mengirimkan dapat pada kecepatan sangat tinggi s/d 100Mbps, tentu untuk jarak yang sangat pendek.
  2. Sambungan ADSL lebih cepat untuk menerima data daripada mengirim data melalui Internet.
  3. Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan.
  4. Pada saat musim hujan, air sangat menganggu kualitas kabel telepon. Apalagi kalau banjir dan menenggelamkan Rumah Kabel telepon, di jamin akan menambah redaman kabel dan akan mengurangi kualitas sambungan ADSL.
  5. Jasa ADSL tidak ada di wilayah yang tidak ada kabel telepon.

Teknik Subnetting


Apa itu Subnettiing? Subnetting adalah sebuah teknik membagi alamat jaringan menjadi sub-sub yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar jika ada paket data yang datang atau dikirimkan tidak hanya melewati sebuah jaringan saja. Analoginya adalah jika sebuah komplek perumahan yang terdiri dari 1000 rumah yang hanya di kepalai oleh seorang ketua komplek maka jika ada pak pos yang ingin mengirimkan suratnya ke alamat 712 maka harus mencari dari alamat 1 hingga ke 712. Hal ini pasti akan sangat menyulitkan dan membuat pekerjaan pak pos tersebut menjadi lambat. Maka dari itu sebaiknya komplek perumahan tersebut di bagi menjadi beberapa blok misalnya tiap 100 rumah dikepalai oleh 1 orang ketua komplek maka jika ada pak pos yang ingin mengirim surat k alamat 712 maka pak pos tersebut hanya perlu datang ke alamat yang dikepalai oleh ketua komplek yang k 7. Dengan cara ini maka tugas pak pos akan semakin mudah dan cepat.

contoh soal
192.168.7.12/26 Baca Lanjutannya Yuk

Polimorfisme Pada C++


Polimorfisme adalah suatu pemanggilan fungsi yang dapat merujuk pada fungsi yang berbeda sesuai dengan jenis objek yang diteruskan kedalam fungsi yang dipanggil itu. Dalam C++ dapat dicapai dengan menggunakan fungsi virtual. Fungsi virtual adalah sebuah fungsi yang dideklarasikan sebagai virtual dalam kelas induk dan didefinisikan kembali di dalam satu kelas turunan atau lebih. Untuk mendeklarasikan sebuah fungsi virtual dalam kelas induk, anda cukup menambahkan kata kunci virtual.

#include<iostream.h>
#include<stdlib.h>
#include<string.h>
#include<conio.h>

class gabung
{
int i;
char *str;
public:
gabung(int a, int b){ i =a+b; }
gabung(char *str1, char *str2){
strcpy(str1, str2);
str = str1;
}
void t_int()
{ cout << “ Hasil penggabungan integer :”<< i;
}
void t_str()
{ cout << “Hasil penggabungan string : “ << str;
}
};
void main()
{
int i=0, j=0;
char ch, string1[80], string2[80];
cout << “Apa yang ingin digabungkan?”<< endl
<<”1. integer” << endl
<<”2. string “ << endl
<<”Masukkan pilihan anda” <> ch;
2
cout >> endl;
if(ch ==’1’){
cout <> i;
cout <> j;
gabung obj(i,j);
obj.t_int();
}
else if(ch ==’2’)
{
cout <> string1;
cout <> string2;
gabung obj(string1,string2);
obj.t_str();
}
}

Artikel ini saya unduh dari mbag Google. Jd saya lupa mengambil dimana dan siapa pembuatnya. Kalo ada yang merasa sebagai pemilik dari dokumen ini silahkan berikan komentar. Tapi untuk keperluan pembelajaran silahkan untuk mendownload naskah lengkapnya silahkan Klik Disini

Structured Query Language


logo

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa pemrograman yang  pergunakan untuk mengakses data dalam basis data (RDBMS). Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel,view, user dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah program basis data.

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:

  • SELECT untuk menampilkan data
  • INSERT untuk menambahkan data baru
  • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE untuk menghapus data

Bagi rekan – rekan yang sedang belajar SQL berikut ini saya lampirkan sintax SQL yang saya rangkum dalam beberapa file beserta contohnya. Mulai dari DDL, DML dan SQLAdvanced. KLIK DISINI